Mengurus Dokumen Pernikahan


Tulisan ini cocok dibaca untuk kamu yang sedang mengurus dokumen pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) terutama jika kamu dan doi itu berdomisili di Provinsi yang sama tetapi beda Kabupaten.

Mas Bima (calon pengantin pria atau CPP) berdomisili di Ungaran dan dia harus mengurus Surat Numpang Nikah karena saya (calon pengantin wanita atau CPW) berdomisili di Purwokerto. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mengurus surat ini di Kelurahan tempat tinggalnya.




Tahapan pengurusan berkas pernikahan

CPW memberikan fotocopy KTP dan fotocopy KK ke CPP CPP minta surat pengantar dari RT dan RW dengan membawa:

  • Fotocopy KTP CPW dan CPP
  • Fotocopy KK CPW dan CPP
Nanti dari RT dan RW dikasih surat pengantar RT dan RW untuk dibawa ke kelurahan.

Di kelurahan tempat tinggal CPP, minta surat pengantar numpang nikah beda kota dengan membawa:
  • Surat pengantar RT dan RW
  • Fotocopy KTP CPW dan CPP
  • Fotocopy KK CPW dan CPP
  • Pasfoto 2x3 dengan background foto berwarna biru (masing-masing calon pengantin menyiapkan 5 lembar foto. Untuk berjaga-jaga di Ungaran beda mekanisme, sediakan juga ukuran 3x4 nya).
  • Bayar biaya admin Rp 30.000 (Tergantung masing-masing kelurahan)
Nanti dari kelurahan dikasih 3 surat pengantar yaitu N-1 (surat keterangan untuk nikah); N-2 (surat keterangan asal-usul); dan N-4 (surat keterangan tentang orang tua) untuk dibawa ke KUA. Coba ditanyakan lagi ke kelurahannya, KUA nya itu di KUA mana. Biasanya dikasih tahu sama pihak Kelurahannya kalau kata WO. 

Lanjut ke KUA untuk minta surat rekomendasi pindah nikah ke tempat lain. Ditujukan ke wilayah KUA tempat menikah. Ingat, tempat menikah ya bukan domisili CPW dengan membawa:     
  • Fotocopy KTP CPW dan CPP
  • Fotocopy KK CPW dan CPP
  • Surat pengantar dari kelurahan N1, N2, N4
  • Pasfoto sisa dari CPP setelah mengurus di Kelurahan
  • Fotocopy ijazah SMA dan pendidikan terakhir CPP
  • Fotocopy akte kelahiran CPP
Sekarang tidak ada biaya administrasi lagi! Proses pengurusan berkas CPP sudah selesai. Berkas-berkasnya silahkan dikirim ke pihak CPW untuk proses selanjutnya. Oiya peraturan KUA di masing-masing kabupaten itu berbeda ya walaupun satu provinsi. Waktu saya urus, di Ungaran itu suratnya ditujukan ke KUA domisili saya tapi ternyata di KUA tempat lokasi menikah peraturannya beda. Surat dari CPP harus langsung ditujukan ke KUA wilayah tempat menikahnya. Jadi waktu dulu, Mas Bima sempat mengurus ulang surat-suratnya karena ditolak dan tidak sesuai. Jadi, pastikan lagi dan cek dengan KUA dua belah pihak ya!

CPW juga harus melakukan proses yang tahapannya sama seperti CPP. 

Minta surat keterangan dari RT dan RW, kelurahan, lalu ke KUA sesuai domisili tinggalnya baru ke KUA sesuai lokasi tempat menikah.

Di KUA yang disesuaikan dengan lokasi tempat menikah, dokumen yang dibawa adalah
  • Fotocopy KTP CPW dan CPP
  • Fotocopy KK CPW dan CPP
  • Fotocopy Ijazah SMA dan pendidikan terakhir CPW dan CPP
  • Pasfoto sisa dari CPP
  • Membawa berkas yang udah diurus CPP seperti: surat pengantar N-1, N-2, N-4 (dari kelurahan), surat rekomendasi pindah nikah ke tempat lain (dari KUA)
  • Membayar biaya admin ke Bank Mandiri Rp 600.000 karena pernikahan dilakukan di luar KUA.
Ke Puskesmas yang satu wilayah kerja dengan KUA sesuai lokasi tempat menikah untuk vaksin TT (syarat menikah) atau membawa surat rekomendasi sudah vaksin TT dari tempat vaksinasi. Ini bisa menyusul kok, tidak harus saat itu juga vaksinnya. Kebetulan dulu saya sudah vaksin jadi H-1 pernikahan tinggal bawa surat sudah vaksin ke Puskesmas.

Selain itu calon pengantin juga harus menunggu undangan untuk menghadiri seminar pernikahan dari KUA. Ketika memenuhi undangan, calon pengantin harus datang berdua (terutama untuk yang seminar pernikahan ini wajib karena kalau tidak datang, buku nikahnya ditahan sampai datang ke seminar pernikahannya. Kalau kata WOnya seperti itu. Ini kebijakan baru dari pemerintah). Oiya wali nikah juga harus datang untuk verifikasi data dan juga karena ada beberapa berkas yang harus ditandangani oleh calon pengantin dan wali nikah (Ayah CPW atau wali). Waktu itu, kebetulan orang tua saya yang mendaftarkan ke KUA jadinya si Bapak sekalian verifikasi. Prosesnya cepat dan tidak lelet kok.

Secara umum, dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus dokumen pernikahan itu terdiri dari:

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) CPW dan CPP
  2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) CPW dan CPP
  3. Fotocopy KTP Bapak dan Ibu Kandung dibawa untuk berjaga-jaga kalau ditanyakan. Terutama kalau yang menikah adalah anak pertama.
  4. Fotocopy ijazah SMA dan pendidikan terakhir
  5. Fotocopy akte kelahiran
  6. Foto 2x3 dan 3x4 dengan background biru
      Background foto menyesuaikan tahun lahir pengantin katanya abang tukang foto. Saya dan calon sama-sama tahun genap sehingga fotonya berwarna biru. Tapi lebih baik tanyakan ke KUA untuk memastikannya.

      Oiya sebagai calon pengantin, kalian juga diharuskan datang ke KUA berdua untuk verifikasi data. Tapi tenang aja, kami verifikasi data H-1 pernikahan. Sebaiknya jangan sih karena bikin khawatir keluarga tapi apa boleh buat, nasi sudah masuk perut. Alhamdulillah, pengurusan dokumen pernikahan di KUA sudah selesai walaupun pihak KUA sempat kaget. Selamat!



      Jakarta, 29°C di ruang tamu, sambil nungguin suami pulang lembur ditemani minuman hangat dengan mint lengkap dengan cireng goreng. Kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan ya!

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark