Berburu Vendor Menikah

Hi Sahabat blog! 
Kali ini saya mau cerita sedikit tentang pernikahan saya dan Mas Bima mengenai vendor yang dipakai untuk menikah di Purwokerto, Jawa Tengah. Ingat ya bukan Purwakarta. Itu beda.

Sebenarnya menikah itu murah. Apalagi di KUA. Gratis!

Yang mahal gengsinya. Dalam memilih vendor, menurut saya yang penting itu sesuaikan sama budget, tektok nya enak sama vendor, dan sesuai selera. Kenapa selera belakangan? Karena biasanya selera erat banget bersinggungan sama gengsi. Walaupun gak secara langsung. Kalau saya sih cari aja yang ramah dikantong tapi tetap nyerempet sama selera. Secara nikah bukan cuma buat sehari aja ya. Habis itu juga perlu dipikirin. Tapi kalau mau yang instagramable juga boleh. Kan yang bayar ngana, beta sebagai netizen cuma urun jempol buat love aja.

Pernikahan yang sederhana dan private itu adalah dambaan saya dan Mas Bima. Tapi, sudah pasti amat sangat menantang jika dilakukan dilingkungan keluarga besar saya. Akhirnya karena prosesi akad dan resepsi dilakukan disatu hari tanpa ada acara unduh mantu, diputuskanlah menikah menggunakan dua jenis baju. Baju adat untuk akad nikah dan baju nasional dipakai ketika resepsi. Persiapan pernikahan sebenarnya sudah direncanakan ketika saya masih kuliah di Copenhagen, Denmark tahun lalu. Keluarga saya dengan sigap mencari vendor-vendor yang sudah biasa dipakai oleh beberapa kolega dan juga hasil berburu kartu nama ketika kondangan teman saya (si Mamah dan Bapak selalu wakilin untuk kodangan kalau ada undangan dari temen waktu saya gak di Purwokerto). Namun menjadi lebih matang ketika saya sudah pulang ke Purwokerto akhir tahun 2018. Semua persiapan mau saya selesaikan sebelum 2019 karena tahun depan saya rencananya akan mulai kerja dan tidak mau pusing lagi urusan nikahan. Tapi kenyataan berkata lain. Hampir setiap weekend saya pulang ketika mendekati hari H.



Juli

Apa yang harus disiapkan bersama pasangan?

Kesepakatan untuk budget pernikahan, seserahan, ada atau tidaknya prosesi lamaran, pengajian, dll.
Kebetulan, saya orangnya anti ribet. Kami sepakat kalau lamaran itu tidak perlu dilakukan karena tidak ada menurut agama kami. Hanya saja, prosesi khitbah tetap dilakukan yaitu ketika Mas Bima dan keluarganya datang ke rumah saya untuk melamar saya. Tapi tidak pakai acara dan lainnya ya. Cukup dua keluarga dan beberapa kerabat dekat yang hadir dan menyaksikan.

Google drive with excel file is a must! Tujuannya untuk tau perbandingan harga semua vendor. Jadi kamu dan pasangan menjadi terbuka dan tau uang kalian itu habisnya ke mana, untuk apa, dan kapan. Ini untuk meminimalisir salah paham dan kalang kabut karena budget nikahan habis (jangan sampai)!

Menurut mamah yang sudah biasa ngurusin pernikahan, ada tiga vendor yang harus dipastikan untuk pertama kali yaitu gedung, katering, dan makeup manten. Kalau tiganya sudah dapat, pusingnya akan berkurang 50%. Benar sekali!



Gedung


Usulan menikah outdoor ditolak karena belum ada tempat yang cocok di Purwokerto menurut keluarga. Ada beberapa gedung yang bisa dipakai untuk menikah di Purwokerto. Namun, selalu ada hal positif dan negatifnya kalau memakai gedung. Menurut saya dan Mas Bima, kami inginnya lokasi acara itu sudah bagus jadi tidak membutuhkan dekorasi yang mahal untuk menyulapnya menjadi tempat yang apik. Akhirnya karena kebanyakan keluarga datang dari kota lain dan pasti akan menginap di hotel, jadilah hotel menjadi pilihan utama. Setelah survey beberapa hotel di Purwokerto, akhirnya kami memutuskan untuk menikah di COR Hotel, Purwokerto. Menurut saya di sana adalah hotel yang tarif charge makanan dari luarnya masih masuk akal dibandingkan dengan hotel lainnya. Beberapa hotel mematok 10-25% dan diwajibkan memesan makanan dari hotel. Sedangkan di COR Hotel, kita bisa memesan makanan dari luar semuanya. Ya, hal ini jadi prioritas utama karena Mamah saya tidak mau pakai katering dari hotel dan maunya dari Ekasari.


Katering

Ekasari. Ini jadi langganan Mamah sejak sepupu menikah ketika tahun 2012. Jadinya ya maunya pakai itu. Jujur aja, saya jarang banget kondangan di Purwokerto. Jadilah saya dan Mas Bima datang untuk mencoba makanan dan semuanya enak! Entah kami lapar atau memang seenak itu. Harganya juga masih masuk akal lho! Oiya, Ibu Kusbianto itu ramah sekali dan baik banget kasih masukan menu yang mau kita pakai di hari H. Untuk acara resepsi pernikahan, Ekasari menawarkan paket Rp 75.000,- dan Rp 90.000,- per porsi makanan sudah termasuk buffet dan gubugan. Sekali lagi, mitos kalau Ekasari mahal itu cuma mitos. Dateng aja dulu, ngobrol. Waktu kemarin itu undangan saya 400 undangan (sudah termasuk keluarga dan teman ya!) jadi diperkirakan akan ada 800 orang datang. Setelah dihitung, katering dari Ekasari menyediakan 2400 porsi makanan dengan asumsi satu orang makan 3 jenis makanan. Alhamdulillah tidak kurang, bahkan lebih dan sampai dibawa tamu dan keluarga saya balik ke rumah. Menu favorit: sup iga bakar!


Soto Iga Bakar ala Ekasari Katering

Makeup

Untuk makeup, kali ini saya memberanikan diri untuk membedakan vendor makeup keluarga, teman-teman, dan saya sendiri. Alasannya yaitu biar sesuai budget dan hasilnya memuaskan. Setau saya kalau kita borongan ke vendor makeup, yang makeupnya bagus itu biasanya cuma mantennya aja. Sisanya biasa aja karena ditangani oleh asistennya. Jadilah saya pilih vendor makeup yang berbeda-beda. Berdasarkan survey ke beberapa vendor di Purwokerto, kisaran harga makeup manten dan 10 anggota keluarga itu sekitar Rp 10.000.000 sampai 15.000.000,- sudah lengkap untuk sewa baju untuk sepasang manten dan dua pasang orang tua serta beberapa among tamu.
  • Talithamakeup dan Devihijab
Setelah bertanya ke salah satu vendor makeup yang saya inginkan di Instagram, ternyata harga akomodasi dan transport untuk ke Purwokerto membengak sekali. Akhinya cari-cari vendor makeup di Purwokerto yang sesuai selera dan jatuh ke Thall makeup yang ternyata dia lebih muda dari saya. Salut banget sama Mbak Thall ini walau masih muda tapi udah merintis usaha yang sukses! Dia menyediakan testing makeup juga lho dengan biaya yang terjangkau. Biasanya testing makeup bisa dipakai untuk sekalian foto pre-wedding atau pengajian. Cek di Instagram @talithaamakeup
  • Makeup mama dan keluarga inti di Riaa makeup
Enak banget tektokan sama mba ria dan tim nya yang selalu tepat waktu dan tidak pernah mengecewakan. Fast response dan tanggap banget mendengarkan permintaan manten. Alhamdulillah makeup keluarga suami lancar sama Mba Ria. Oiya keluarga saya memang gak saya kasih makeup. Selain mengatasi antrian panjang, ini bisa irit budget juga lho! Silahkan cek di Instagram @riaa.makeup
  • Makeup teman - Riani Arifin makeup
Jadi, ada seorang sahabat yang lagi merintis usaha rias. Alhamdulillah jadwalnya pas dan dia tidak ada job saat hari pernikahan saya. Jadilah teman-temanku dimakeup sama Riani. Terima kasih Riani! Cek di Instagram @rianiarifin


Wedding Organizer


FOKUS WO menjadi pilihan atas rekomendasi dari mamah dan teman yang sudah memakai jasa mereka. Ada beberapa pilihan layanan untuk acara pernikahan. Saya memilih yang satu hari acara saja karena memang hanya ada acara 1 hari yaitu akad sekaligus resepsi. Saya juga konsultasi tentang proses alur dokumen di KUA dan tentang sah tidaknya pernikahan ke Mas Andri juga. Dari situ saya paham kalau saksi nikah itu bukan hanya orang yang dituakan dikeluarga tetapi orang yang memang paham benar tentang syarat pernikahan. Manten, vendor-vendor, WO, dan keluarga itu rapat satu kali yaitu dua minggu sebelum acara untuk kordinasi dan menyamakan tentang konsep yang sudah didiskusikan.


Dokumentasi

  • Preweeding - Stephanie Angka
All of our prewedding photos was taken by @teeptep. Saya dan Mas Bima sempat LDR Copenhagen-Jakarta, lalu Purwokerto-Jakarta. Jadilah koleksi foto kami berdua itu sedikit sekali. Jadi, ketika saya kasih undangan untuk dia dan Listia, kami sempatkan ambil beberapa foto untuk ditaroh ketika acara. Selain itu, ketika acara kami juga taroh foto waktu kita kecil, kuliah, dan sama keluarga. Murah, tidak makan waktu, dan pastinya seneng karena gak ribet!
  • Photography -  Noir
Saya make paket untuk satu hari aja karena memang tidak ada rangkaian acara sebelumnya. Vendornya enak buat tek tok nya cuma waktu proses pemilihan foto yang mau dicetak, gak ada obrolan dan tiba-tiba udah dicetak dan waktu dikirim kaget juga yang dicetak yang ini. Mungkin sebagai klien bisa lebih cerewet kali ya. Tapi alhamdulillah foto-fotonya bagus. Cek di Instagram @noir.picture
A mother's blessing

Videography - Main video
Ada tiga directors untuk video yang ada di Main video yaitu Mas Arief, Ibnu, dan Rio. Harga yang ditawarkan berbeda-beda. Saya memilih Mas Rio dan nambah pakai drone. Mungkin sebelum memutuskan nambah makai drone bisa konsultasi dulu kali ya karena lokasi gedung yang tidak terlalu tinggi bisa jadi kurang maksimal kalau kita pakai drone. Hasilnya oke banget karena bisa bolak-balik revisi maunya bagian mana yang ditampilkan. Bisa request juga kalau video kita jangan diunggah ke sosial media mereka untuk kepentingan promosi. Silahkan cek di Instagram @mainvideo ya.


Baju resepsi - Bhyandha

Sejak awal saya memilih untuk tidak menjahit baru karena saya gak mau punya barang yang ada terus dilemari dan gak pernah dipakai. Buat apa? Kenangan? Saya memilih untuk lihat foto dan video saja. Semoga baju itu bermanfaat untuk orang lain yang akan menikah juga. Dalam memilih baju resepsi sebenernya ada beberapa pilihan yang ditawarkan vendor antara lain:
  • Jahit baru dan bajunya untuk si pengantin: mahal tapi bajunya bisa kita lihat sepanjang waktu.
  • Sewa perdana dan bajunya untuk si designer: lumayan terjangkau dan bajunya bisa dipakai orang lain.
  • Sewa bajunya punya designer, kita cuma pinjem aja: terjangkau tapi bajunya mungkin udah pernah dipakai orang lain.
Detail

Setelah saya menimbang budget, alasan, dan mengunjungi beberapa pilihan tempat yang menyediakan baju pernikahan, akhirnya pilihannya jatuh di Bhyandha. Mba Iedha dan Mas Yana kasih harga untuk sewa baju akad dan sewa perdana untuk resepsi yang alhamdulillah cocok. Oiya untuk Ibu manten juga jahit di sini juga biar gak ribet. Untuk akad nikah, baju saya udah jadi, tinggal dikecilin dan dipaskan ke badan saya aja. Baju akad Mas Bima dibikinin baru ukuran standard agar bisa disewakan lagi untuk orang lain. Untuk resepsi, saya udah percaya sama Mba Iedha yang tau banget maunya saya seperti apa sejak dulu. Yang simple, anti ribet, tapi tetap anggun dan tidak biasa. Ya gitu lah bahasanya. Pokoknya kalem, seperti saya. Hahaha. Waktu hari H, Mba Iedha dan Mas Yana juga datang ke hotel untuk bantu saya pakai bajunya. Benar-benar service yang sangat memuaskan. Kalau mau minjem manequeen untuk dokumentasi bisa juga lho! Setelah acara, pihak Bhyandha juga datang lagi untuk mengambil bajunya. Jadi benar-benar anti ribet.


Undangan

Ceritanya panjang seperti jalan tol Semarang-Jakarta kalau diceritakan. Intinya, saya yang bikin design dengan cara digambar dan dijadikan dummy. Sementara itu, Mas Bima yang eksekusi dicorel draw. Jadi vendornya cuma cetak undangannya aja. Vendor undangan ini kurang saya rekomendasikan karena waktu kasih draft undangan pertama, kami shock sama hasilnya yang jauh sekali dari ekspektasi kami berdua. Tapi alhamdulillah undangan selesai tepat waktu, satu bulan sebelum acara. Vendor saya ini di Semarang. Untuk yang di Jakarta, bisa ke Pasar Tebet ya. Saya sempat survey ke sana juga dan hasilnya bagus-bagus dan harganya lebih murah dari vendor saya di Semarang. Mereka juga bisa langsung kirim ke alamat rumah kita. Tinggal bayar ongkos kirim aja.


Souvenir

Awalnya kami mau kaktus yang go green gitu tapi kok cari di daerah Baturaden, Purwokerto vendornya lumayan mahal dan tidak masuk dibudget. Akhirnya kami memutuskan untuk pesan tas kanvas (yang saya sering banget pake setiap harinya!). Mas Bima yang menyiapkan dua design kata-kata untuk ditasnya. Kata-katanya cakep, ya seperti orang yang buat. Ah elah malah gombal. Vendornya nemu di Instagram, namanya @eazykreasi. Pengerjaannya tepat waktu walau ada miskom diproses pengiriman karena kepentok lebaran. Hasilnya rapi, packagingnya oke sekali dengan tidak menggunakan plastik!


Hiburan - Bikustik

Ternyata kakak kelas waktu SMA dulu punya band, Bikustik, yang biasa mengisi acara nikahan. Langsunglah gak make mikir kontak dia. Kami kasih list lagu ke tim nya. Kemudian waktu rapat vendor, dapet feedback dan dikasih list lagu yang fix dari mereka. Professional banget sampe seragamnya kembar semua dan rapi. Lagu-lagu di request juga jadi syahdu karena kami berdua minta dibuat jadi slow beat aja biar tamunya gak pusing dan kami berdua gak terlalu suka hingar-bingar pesta yang berisik.


Dekor- Griya Elite

Jadi ada beberapa bahkan banyak banget vendor dekorasi di Purwokerto. Instagram nya sudah aktif semua. Tapi pilihan jatuh ke Griya Elite. Dulu sepupu tahun 2016 menikah pakai dekornya dia dan menurut Mamah, bagus. Jadilah saya kontak dan Mas Eko itu enak banget buat tektokan. Bahkan jenis bunga yang mau dipakai pun disanggupi. Sebenrnya mau modern tetapi harus buat baru semua dan itu makan biaya mahal. Jadilah saya ganti ke rustic yang sudah pernah dipakai tapi dengan modifikasi agar tetap simple. Bisa dilihat di @griya_elite_decor


Pojok

Wedding vow table


Tempat seserahan - Lamia Craft

Beberapa temen merekomendasikan @lamia_craftpwt untuk pinjam box seserahan. Akhirnya survey via whatsapp chat ke beberapa vendor dan respon yang paling cepat, jelas pricelist nya, dan lokasinya di Purwokerto itu di Lamia. Akhir tahun 2018 langsung ke sana dan lihat proses merangkai box seserahan itu seperti apa dan langsung aja booking. Di sana juga bisa minta dibelikan kelengkapan untuk seserahan seperti jenang wajik. Tinggal request dan bayar aja. Kita cuma harus antar barang-barang untuk seserahan itu dua minggu sebelum dipakai dan nanti kalau sudah jadi akan diantar dan kalau sudah selesai bisa diambil. Ini sangat memudahkan klien dan anti ribet. Cukup DP sebesar Rp 100.000,- aja dan pelunasan bisa dilakukan setelah tempat seserahan selesai dipakai. Lamia Craft juga dengan baik hati minjemin tempat mahar dan cincin lho. Jangan sungkan untuk tanya ya!

Apa yang harus diperhatikan ketika menikah? Budget!Apa yang bisa disiasati agar biaya pernikahan sesuai budget?

  • Diskon, cashback, potongan harga, dan sejenisnya
Oiya kalau mau dapet diskon banyak, dateng lah ke acara wedding expo, siapin uang cash atau punya internet banking buat transaksi cepet anti ribet (gak semua vendor itu menyediakan fasilitas debit). Kalau di Purwokerto hari ini sampai tanggal 8 September 2019 ada Wedding Festival di Rita Supermall depan alun-alun Purwokerto. Tapi sayangnya di tahun 2018 lalu saya tidak ke sana soalnya lagi di luar kota. Nah biasanya vendor itu kasih promo cashback diakhir tahun. Jadi kalau saya dulu booking semua vendor itu diakhir tahun 2018. Mengapa tidak awal tahun 2019? Karena diskon dikasih diakhir tahun dan proses pencarian vendor harus segera diakhiri atau akan berlarut-larut gak kelar akhirnya. Hari gini siapa yang tidak suka diskon. Mau makan aja yang ditanya "Cashback-nya besar mana make a, b, c, atau d?". Jangan takut nanya ke vendor karena bertanya itu gratis. Bandingkan sampai detail. Jangan main sikat main embat aja kecuali Ngana punya uang selangit. Alhamdulillah langsung tunjuk tanpa babibu.

  • Makeup keluarga, seragam keluarga, dan bridesmaid.
Untuk keluarga, sudah saya tekankan kalau tidak ada seragam dan silahkan makeup sendiri. Ini benar-benar mengirit budget lho! Tapi bukan berarti keluarga calon juga harus mengikuti. Keluarga Mas Bima tetap beli seragam dan beberapa orang ada yang dimakeup pakai vendor yang sudah disediakan. Warna dress code keluarga disesuaikan dengan warna segaram. Mudah bukan, yang penting komunikasi. Oiya, pastikan juga siapa keluarga yang akan datang karena siapa tau kalian mau sediakan penginapan. Berdasarkan pengalaman, walaupun sudah dibriefing selengkap apapun pasti akan ada pihak yang tidak membaca chat tentang informasi yang kita berikan. Jadi, tetap semangat dan simpan chat-chat yang berisi informasi penting tersebut. Ketika ada yang tanya, bisa tinggal langsung kirim.

Gini lho teman-temanku yang budiman. Kalau saya, menghargai sahabat terdekat dengan mempercayakan kelancaran hari h ku dengan meminta bantuan orang terdekat. Kenapa?
Karena saya orangnya paling males sama yang suka ngaret. Kelihatan banget gak respect sama orang. Walaupun udah make WO waktu hari H, sebelum hari H pasti butuh bantuan juga buat milih vendor, beli segaram mereka, beli seragam buat orang tua, dan lain-lainnya. Nah, ketika itu, saya minta tolong sama sahabat-sahabat yang saya tau benar bisa diandalkan dan pastinya putra-putri terbaik bangsa. Jadi beta gak mau cuma kasih seragam terus nanti buat foto-foto nampang dan upload berserta # biar hits. Terima kasih untuk "Tim Glidig" yang meluangkan waktu, mencurahkan tenaga, serta pikirannya dalam acara ini. Terima kasih sudah mau membantu dengan ikhlas. Semoga Allah balas semua kebaikan kalian semua. 


Untuk semua keluarga dan tamu undangan  juga terima kasih setulus hati sudah datang meluangkan waktu dan tenaga dari berbagai kota. Semoga keikhlasan Pakde, Bude, Oom, Tante, Kakak, dan Adik-adik dibalas dengan kebaikan yang berlipat oleh Allah. May Allah bless you with joy and good health. What you do is so beautiful. Selamat mempersiapkan hari pernikahanmu dear netizen. All is well. Sehari doang. Omongan saudara, tetangga, apalagi tamu undangan itu pasti ada. Tapi yang lebih pasti, hari itu kamu menikah, berbahagialah dan bersyukurlah pada Tuhan karena sudah diberikan kesempatan beribadah seumur hidupmu. Ingat, anjing menggonggong kafilah berlalu.

The decision is yours. Anyway, selamat berburu vendor pernikahan di Purwokerto!

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark