Selamat Tinggal Sembelit

Walaupun bulan ramadan sudah lewat ternyata oleh-oleh puasa tahun ini dan sesi mudik kemarin masih ada. Tapi kali ini oleh-olehnya adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh siapapun. Jadi bikin resah dan gelisah orang yang dapet oleh-olehnya. Jadi, oleh-olehnya adalah susah buang air besar atau sembelit.

Wah kok bisa sembelit? Bisa dong!
Kalau kita sedang berpuasa, kejadian sembelit itu kemungkinan terjadi dua kali lebih besar. Apalagi untuk yang berpuasa lebih dari dua minggu. Setelah berpuasa hampir satu bulan penuh, aku masih lanjut puasa untuk bayar hutang waktu ramdan dan juga puasa sunah. 

Awalnya sempat menganggap sepele kejadian sembelit tapi lama-lama ganggu banget. Kata siapa sembelit itu tidak membuat masalah? Sembelit ini jelas mengganggu kegiatan dan bisa menimbulkan komplikasi lho. Mau beraktivitas jadi gak nyaman. Padahal ketika bulan ramadan, harusnya kita banyak beraktivitas untuk mendapatkan pahala yang lebih banyak. Jadi terganggu deh gara-gara sembelit. Ternyata untuk menjaga pencernaan tubuh itu tidak melulu tentang makan tepat waktu agar asam lambung tidak naik. Konstipasi atau susah buang air besar itu juga salah satu masalah dari kurang baiknya sistem pencernaan tubuh kita. 


Seperti apa dan kenapa bisa terjadi sembelit? Ketika saluran pencernaan tidak normal dengan tanda buang air besar (BAB) yang kurang dari tiga kali seminggu. Hal ini terjadi karena adanya penurunan asupan kalori dan juga aktivitas fisik yang dilakukan tubuh terutama ketika berpuasa.


Akhirnya nanya ke beberapa teman yang pernah mengalami kejadian sembelit dan ternyata beberapa teman memilih menunda untuk mengkonsumsi laksatif karena takut bikin badan jadi tambah ngerasa lemas waktu lagi puasa. Lanjut, cari informasi lainnya dan ternyata kalau sembelit dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan pada saluran pembuangan manusia dan kalau sudah parah bisa menyebabkan robeknya anus. Langsung ngilu dengernya.

Menurut informasi yang aku dapatkan, kalau kita konsumsi laksatif sesuai aturan pakai, pasti akan membantu masalah sembelit ini dan gak akan menyebabkan kelelahan otot (lemas) karena berkurangnya cairan dan elektrolit tubuh apalagi diare. Yuk, jangan biarkan kotoran kita menumpuk didalam tubuh. Untuk mengatasi BAB yang tidak lancar belakangan ini, akhirnya aku memutuskan untuk konsumsi dulcolax. Ternyata dulcolax itu ada tiga variasi produknya dari yang dikomsumsi per-oral seperti tablet dan sirup serta yang dimasukkan dari anus. Berikut informasi tentang produknya:

  • Tablet
Dalam produk ini terdapat zat aktif bisakodil yang merangsang pergerakan pada usus besar sehingga mempermudah pengeluaran kotoran atau BAB. Konsumsi laksatif dalam bentuk tablet dengan dosis 5mg yang bisa diminum setelah buka puasa karena efek pengeluaran BAB nya itu 6-12 jam kemudian. Bisa dibeli per box (untuk stok di rumah) yang berisi 20 blister dengan masing-masing 10 tablet atau box dengan 20 amplop dengan 1 blisternya berisi 4 tablet.
  • Sirup
Kalau gak suka tablet? Ternyata ada produk sirup nya juga nih! Namanya dulcolactol yang ternyata mengandung laktulosa. Laktulosa ini akan melunakkan kotoran dan membuatnya mudah dikeluarkan. Cara konsumsi dulcolactol juga sangat mudah. Kita hanya tinggal mencampurkannya dengan minuman seperti air, jus, atau sari buah. Produk ini bisa dikonsumsi mulai dari bayi dibawah 1 tahun, anak-anak, dewasa, sampai manula yang dosisnya disesuaikan dengan gelas ukur. Produk ini tersedia dalam sediaan sirup sebanyak 60ml.
  • Produk yang dimasukkan dari anus
Kalau butuh yang efek kerjanya lebih cepat (30 menit) untuk mengatasi BAB, bisa pakai dulcolax supositoria. Produk ini tidak hanya untuk dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Perbedaannya hanya terletak pada jenis produk dengan dosis pemberian yang berbeda yaitu 10mg untuk dewasa dan 5mg untuk anak-anak.

Kenapa sih aku akhirnya memilih minum Dulcolax?

1. Sudah teruji klinis dan lebih dari 60 tahun berpengalaman mengatasi sembelit.
2. Konsumsi dulcolax itu onset kerjanya terprediksi, cepat mengatasi sembelit, namun tetap nyaman dan kita bisa lanjut melakukan aktivitas kita.

Ya gitu deh akhirnya memutuskan untuk konsumsi dulcolax untuk membuang 'oleh-oleh' puasa beberapa waktu ini. Selain itu, aku juga mulai memperbaiki pola hidupku sedang yang jauh dari sehat. Untuk yang sudah terlanjur sembelit seperti aku bisa konsumsi dulcolax. Untuk teman-teman yang lain, ada beberapa tips dan cara untuk mencegah sembelit nih terutama untuk yang sedang menjalankan ibadah puasa:

  • Konsumsi sayur dan buah ketika sahur dan berbuka. Pokoknya setiap hari harus makan sayur dan buah sesuai anjuran Kementrian Kesehatan Indonesia sebanyak 400-600 gram sehari (untuk orang dewasa)!
  • Minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga kecukupan cariran agar tubuh tidak dehidrasi dan sembelit
  • Berolahraga terartur dengan intensitas ringan sampai sedang dengan waktu minimal 30 menit sehari setelah berbuka puasa
  • Kalau sudah ada rasa ingin buang air besar, jangan ditunda! Hal ini dilakukan agar kebiasaan buah air besar itu jadi rutinitas dan tidak susah.
Semoga carita tentang oleh-oleh 'sembelit' ini bisa menjadi informasi tambahan untuk teman-teman dan pencernaanku jadi kembali seperti sedia kala. Selamat tinggal susah BAB ketika puasa. Jangan Biarin Numpuk! Dulcolax, Atasi susah BAB.

Sumber:
1. Hari Gizi Nasional 2017: Ayo Makan Sayur dan Buah Setiap Hari. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/article/print/17012600002/hari-gizi-nasional-2017-ayo-makan-sayur-dan-buah-setiap-hari.html

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark