Setengah Abad Menjalani Hidup

Tidak terasa bulan Desember 2017 sudah datang. Biasanya saya selalu buat resolusi untuk satu tahun kedepan dan mengevaluasi apa yang sudah saya lakukan di satu tahun ini. Tahun ini adalah masa di mana saya menikmati usia setengah abad yang diberikan Allah. Alhamdulillah. Hidup harus berlanjut walau sebagai manusia pasti punya batas dan entah sampai kapan waktu di dunia ini akan berhenti. Kembali melihat buku agenda saya satu tahun ini, banyak sekali yang terjadi pada hidup saya selama jauh dari rumah di Indonesia.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pesan dari senior yang cukup membuat saya berfikir tentang diri saya sendiri dan di mata orang lain.
"Kamu anaknya mandiri ya Num. Dari dulu (masa kuliah) saya gak pernah lihat kamu dekat dengan siapa-siapa. Mungkin lebih tepatnya gak tau sih ya," kata seorang senior di kampus dulu.
Apakah saya semandiri itu dilihat orang? Padahal saya masih selalu bikin repot sana-sini terutama orang-orang yang mengenal saya dengan dekat. Belum tahu saja kalau saya pernah nitip satu kardus basreng dari Bandung ke Belanda. Mungkin karena saya jarang posting tentang hal-hal personal di media sosial yang saya punya karena menurut saya gak ada manfaatnya untuk saya ataupun netizen yang melihat. Tapi bukan berarti gak posting itu gak punya walau kenyataannya sekarang saya masih terus menikmati enaknya sendiri sekaligus belajar mandiri. 

Belajar 'legowo'
2016 saya ditolak pilihan pertama jurusan di Wageningen University and Research dan akhirnya membuat saya kuliah di Denmark. Ternyata Allah punya kejutan di 2017 karena saya mendapat kesempatan untuk kuliah di Wageningen selama enam bulan dari bulan Februari 2017. Memang benar kata orang kalau Allah itu selalu memberikan apa yang dibutuhkan hambaNYA, bukan apa yang diinginkan. 2017 membuat saya belajar banyak tentang penerapan kata "ikhlas" dalam kehidupan saya di rantau.

Allah juga memberikan kejutan dengan kegiatan summer school di Polandia di bulan Agustus 2017 setelah banyaknya ujian selama kuliah, group work, dan urusan administratif. Tidak hanya mendapatkan ilmu, saya juga berkesempatan berkenalan dengan anak muda dari berbagai universitas di Eropa dan berdiskusi tentang sustainable food system.
Kalau kata teman saya, "Sing legowo yo, gusti Allah mboten sare Nduk!"
2017 mengajarkan saya untuk lebih baik dalam mengatur waktu karena banyak kesempatan yang juga saya lewatkan begitu saya hanya karena buruknya managemen waktu saya. Masalah waktu membuat saya teringat oleh pelajaran tentang disiplin waktu oleh Bapak. Dulu waktu saya les bahasa inggris, pulangnya selalu dijemput oleh Bapak. Saya selesai pukul 18.00 dan ketika itu saya terlambat keluar tempat les karena saya minum minuman teh dalam botol karena haus. Ternyata ketika saya keluar, Bapak sudah pulang dan akhirnya saya telpon Mamah sambil memohon minta dijemput karena di Purwokerto sudah tidak ada angkutan kota di sore hari. Tidak lama akhirnya Mamah menjemput saya sambil menasihati saya, seorang anak usia 9 tahun.
"Kamu harus kasih kabar kalau memang mau terlambat keluar tempat les jadi Bapak gak bingung. Harus jelas sama waktu karena semua orang punya kesibukan masing-masing dan waktu itu terbatas," kata Mamah.
Sejak saat itu saya selalu berusaha on time kalau janjian karena takut mengganggu kesibukan orang itu. Hal ini membuat saya terkesan 'galak' walaupun memang kenyataannya saya galak kalau urusan waktu. Saya masih terus belajar untuk on time dan tidak membuang waktu dalam hidup walaupun terkadang manusia juga butuh membuang waktu untuk mendapatkan ide dan rileks namun itu bukan alasan untuk tidak produktif.

Waktu banyak mengajarkan saya banyak hal dan terutama mengajarkan saya untuk bisa menerima dan 'legowo' dalam menjalani hidup. Ketika banyak resolusi-resolusi di tahun ini yang belum terlaksana, sudah pasti skenario Allah lebih indah. Belum bukan berarti tidak mungkin selama usaha dan doa masih terus dilakukan. Selamat mengisi rencana-rencana kehidupan di tahun 2018 dan semoga sisa waktu yang diberikan Allah dapat digunakan dengan bijaksana serta bermanfaat.

Salam,
H.

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark