Iftar

Arief's
Kali ini ceritanya buka puasa ala-ala masak menu khas Padang yaitu ayam pop+sambal tomat, sayur singkong, telur dadar goreng ala padang, siomay, nutrijell, onion ring, dan es sirup 'jumbo' yang dikira sirup markisa.

Kalau yang di Indonesia, kebanyakan buka puasa bersama itu di restaurant atau di rumah temen, lain halnya di Belanda. Buat mahasiswa seperti saya dan teman-teman di foto, kita buka puasa di dapur umum di salah satu student apartement-nya temen. Bisa juga sih buka puasa di kamar temen atau rumah temen. Ada 4 tipe buka puasa ala mahasiswa di Belanda berdasarkan observasi tidak terstruktur yang saya lakukan (mentang-mentang abis ambil course tentang observation, abaikan). Kira-kira bedanya kaya gini:

1. Diundang buka puasa
Biasanya yang ngundang udah nyiapin makanan jadi kita tinggal datang aja.

2. Pot-luck
Disepakati di mana tempatnya dan masing-masing orang kontribusi untuk bawa beberapa makanan. Biasanya di data dulu mau bawa apa jadi gak ada yang double bawa makanannya. Ini seru karena variasi makanannya juga jadi lebih banyak.

3. Masak bareng
Diskusi mau masak apa, belanja, dan masak masakannya bareng-bareng. Seringnya dilakukan di student housing yang punya dapur umum (bukan dapur di kamar). Karena kalo masak bareng biasanya heboh dan butuh kompor banyak. Kalau di dapur kamar cuma ada 2 kompor dan pakai listrik jadi suka lama kalau masak. Dapur umum menurutku juara kalau mau pilih tipe bukber ini apalagi dapurnya di Dijkgraaf karena pakai kompor gas dan ada 8 tungku buat masak.

4. Kombinasi
Ada yang ngundang buka puasa dan masak beberapa masakan yang biasanya adalah masakan utama. Yang lain tetep bawa sesuatu yang biasanya makanan ringan untuk pembuka, buah, atau pelengkap seperti sambal atau kerupuk. Ada juga yang bawa bahan masakan dan masak di tempat yang ngundang.

Walaupun ayam popnya belum bisa kaya yang di Rumah Makan Padang Pagi-Sore, walaupun sayur burenkolnya gak pakai santan karena lupa saya bawa, walaupun masaknya buru-buru dan chaos, yang penting judulnya masak dan buka puasa bareng. Seringnya itu masaknya lama, ngehabisinnya kilat. Contohnya waktu pangsit yang sempet heboh berjam-jam karena banyak banget dan dendeng balado yang prosesnya panjang tapi makannya cepet tak bersisa. Yang penting bukber bareng ya!

Sayangnya baru sempet bikin dokumentasi waktu buka puasa kali ini karena kemaren-kemaren heboh masak dan nyiapin menunya. Buat inget-inget, udah beberapa kali buka puasa bareng di Wageningen sama temen-temen Arina, anak MAM, sama kakak-kakak FKM, dan PK46. Alhamdulillah sahur boleh sendirian yang penting buka puasanya rame. Puasa 18 jam, masak heboh dari sore, semoga Ramadhan kali ini lebih baik lagi! Kamu lebih suka buka puasa tipe yang mana?

Salam hangat dari Wageningen,
H.

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark