Doa



Beberapa waktu lalu sahabat sejak SMA saya menelpon sekadar menanyakan kabar dan kehidupan di Denmark. Kami bercerita banyak termasuk tentang kehidupannya di Indonesia. Teman saya baru saja lolos UKDI dan sedang bersiap memasuki tahap internship. Selama satu tahun dia akan bertugas sebagai dokter magang di sebuah tempat di Indonesia. Mengabdi. Dia kembali bercerita tentang hidupnya yang sekarang dengan ketidakpastian apakah bisa internship tepat waktu atau tidak karena banyak hambatan dalam mengurus syarat-syaratnya. Semoga dilancarkan internship dan lamarannya. Eh udah mau lamaran belum sih?

Saya juga merasa bahwa hidup memang penuh ketidakpastian. Karena satu-satunya yang sudah pasti adalah semua manusia itu akan mati. Kami membahas banyak hal termasuk perkara doa. Selama kita masih hidup, biarkanlah doa bekerja. Doa-doa yang selalu diutarakan pada Allah setiap habis sholat pasti besar kekuatannya. Nah ketika usaha dan doa sudah maksimal, pasrahkan diri pada Allah. InsyaAllah akan tenang.

Saya bukan orang pendiam namun terkadang saya memilih diam dan membiarkan doa yang bekerja. Ceritanya diam dalam doa. Cie! Pamit dulu, mau belajar.

Comments

  1. Selama aku belajar, setahu aku pasrah itu dimulai sejak awal kak. Karena itu tandanya ikhlas melakukan usaha dan doanya... Hehehehe Kalau pasrahnya terakhir setelah usaha dan doa,,, usaha dan doanya ga di pasrahkan kepada-Nya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya jadi emang harus berpasrah dari awal? Baiklah terimakasih sharingnya ya!

      Delete
    2. Itu sih yang aku pelajari dari Ilmu Tasawauf di kuliahku hehhe,, Semoga bermanfaat,,, :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark