Mengurus Residence Permit Denmark

Københavns Lufthavn Airport
Setelah melalui jalan berliku akhirnya saya jadi juga berangkat ke Denmark untuk melanjutkan sekolah awal bulan September 2016 ini. Nah, karena saya melalui jalan berliku maka saya tidak ingin Anda mengalami hal serupa juga. Berikut tulisan saya untuk mengurus segala macam dokumen sebelum kuliah di Denmark.

Tahapan untuk kuliah di Denmark sebenarnya hampir sama dengan di negara Eropa lainnya. Awal kuliahnya di Bulan September. Pendaftaran kuliah di Denmark tersentralisasi di satu website sehingga memudahkan pendaftar. Hampir mirip dengan ujian masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.


Setelah mendapatkan unconditional LoA dari universitas maka tahapan selanjutnya adalah proses pembayaran tuition fee. Setelah beres lalu pihak kampus akan mengirimkan formulir Residence Permit yang sudah dilengkapi dan harus kita lengkapi bagian yang masih kosong. Berikut adalah tahapan untuk mengurusnya.

1. Mengisi formulir Residence Permit
Seperti yang saya tulis di atas, kampus akan mengirimkan email form S1. Kita hanya tinggal print dokumen tersebut, mengisi dengan lengkap, dan tanda tangan di formulir ini. Banyak yang harus di isi dan pastikan sudah lengkap sebelum di bawa saat apply residence permit.



2. Membuat dan Membayar Case Order ID
Melalui website www.newtodenmark.dk/fee kita harus membuat Case Order ID agar aplikasi kita diproses oleh pihak imigrasi Denmark. Setelah membuat maka kita harus membayarnya. Harganya tidak sama setiap ID yang diajukan. Tergantung keperluan pemohon. Biaya yang dikeluarkan untuk kategori studi S2 dan S3 di tahun 2015 adalah DKK 1.750 dan pada 2016 adalah DKK.1.845. Jadi bisa disiapkan jika ingin mendaftar di tahun 2017. Biaya ini harus dibayarkan sebelum kita menyetorkan aplikasi permohonan Residence Permit. Banyak opsi yang bisa dipilih ketika membayar dan saya memakai kartu kredit master card untuk membayarnya.

Bukti pembayaran Case Order ID

3. Menyiapkan dokumen pelengkap seperti:
  • LoA Unconditional
  • Bukti pembayaran tuition fee
  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran
  • Fotokopi paspor bagian depan dan belakang serta halaman yang terdapat cap imigrasi (jika pernah bepergian keluar negeri sebelumnya)
  • Print out Case Order ID
  • Ijasah dan terjemahannya (sudah dilegalisir)
  • Letter of Guarantee
(Dokumen diatas disiapkan dalam bentuk fotokopi berwarna. Ketika saya mau foto copy berwarna di Jl. Margonda Depok, semua tempat print yang saya hubungi tidak mau menerima foto copy berwarna untuk dokumen penting seperti akta kelahiran dan ijazah karena takut itu adalah pemalsuan. Akhirnya saya scan dan print warna sendiri dokumennya di kantor.)

  • Foto berwarna ukuran 3,5x4,5 dengan latar belakang putih
  • Paspor asli (masa berlaku paspor sebaiknya sampai masa studi selesai, jika tidak kemungkinan hanya mendapatkan Resindence Permit sebelum masa berlaku paspor habis)

4. Semua dokumen dan form aplikasi ST 1 dibawa ke Visa Application Centre yang ditunjuk kedutaan Denmark (VFS Global di Kuningan City, Jakarta) dengan membayar biaya aplikasi tambahan dan dilanjutkan dengan pengambilan data biometrik. FYI, kalau tidak sempat membawa foto, di VFS juga ada tempat foto langsung jadi dan ada juga foto copy.

Nah, prosesnya sudah selesai. Saran saya datanglah di pagi hari karena di VFS Global itu tidak hanya melayani untuk visa Denmark saja namun negara-negara lainnya. Tiap negara memilki tempat masing-masing jadi tidak perlu khawatir akan antrian yang sangat panjang. Setelah menyetorkan semua dokumen kita tinggal menunggu disetujuinya Residence Permit kita oleh pihak Denmark.

Sebaiknya mengurus visa dilakukan 2 bulan lebih sebelum masa kuliah. Jika kuliah mulai di Bulan September maka sejak Mei atau Juni Anda harus sudah membuat visa. Berdasarkan pengalaman subjektif saya yang apply di tanggal 18 Juli, maka Residence Permit baru jadi sekitar tanggal 2 September sehingga telat dua hari untuk mengikuti kuliah. Hal ini juga dialami oleh teman saya yang mengakibatkan tiket pesawatnya hangus. Meskipun ada beberapa teman yang hanya satu bulan sudah selesai. Namun, lebih baik berjaga-jaga jika terjadi proses yang lama.

Pantau aplikasi visa Anda jika tidak ada kabar setelah 4 minggu untuk memastikan dokumen Anda sudah lengkap. Semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan informasi untuk Anda yang ingin kuliah di Denmark. Sampai jumpa di Copenhagen dan bersepeda bersama!


Regards,
H.

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark