Es Brasil, Kenikmatan Rasa Asli Es Lilin

Kala duduk di bangku SD, kita mengenal es lilin sebagai jajanan favorit. Sajian es beku dengan aneka warna mencolok ini ternyata tak hanya digemari anak-anak, karena di kedai Es dan Kopi Brasil Purwokerto ada es lilin yang diminati semua kalangan.

Es Brasil lahir dari tangan kreatif Winawati Wangsaputri. Saat itu, istri dari Noto Hadiwardoyo ini menjadi anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan memulai usaha rumahan dengan membuat es lilin. Bu Noto, sapaan akrabnya, mengawali usaha itu dengan menjual es lilin secara bakulan atau berkeliling. Nama Brasil yang berasal dari kata “berhasil” dipilih sebagai nama usaha ini. “Karena ibu ingin usahanya ini berhasil,” kata Risnawati, menantu Bu Noto.
Kini, Es Brasil telah menjadi usaha keluarga dan diteruskan generasi kedua Bu Noto. Dua anak Bu Noto, Sugianto dan Edi Sarwono menjadi penerus usaha mendiang ibunya. Bila awalnya Bu Noto menjual es lilin dengan rasa manis dari sirup bernama Eski, sekarang variannya telah berkembang menjadi stik, cup, es jus, es rujak, es roti, es kotak, es cone, dan es cake.
Es brasil dalam gelas


Nasi goreng spesial

Soto dengan kerupuk mie dan sambal kacang
           Es Brasil terbuat dari santan kelapa asli dan susu murni yang dikombinasikan dengan bahan alami seperti buah. Penggunaan pewarna makanan hanya ada pada produk tertentu. Itu pun untuk menonjolkan warna, seperti rasa durian. Es Brasil juga tidak menggunakan pengawet dan bahan kimia tambahan, tapi es ini mampu bertahan hingga enam bulan. Bahkan, bila disimpan dalam keadaan beku dapat bertahan hingga satu tahun.
Es Brasil bentuk stik dapat dinikmati dalam tiga varian rasa, yaitu sari buah, pelangi, dan cokelat dengan harga Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu. Es jus yang berbentuk silinder,memiliki varian rasa paling banyak, seperti cokelat, durian, alpukat, kopi, dan sirsak, dihargai Rp 3 ribu. Sementara es rujak dibanderol dengan harga yang sama seperti es jus.
Kreasi es paling mahal di Kedai Brasil adalah es cake, yang dihargai Rp 6 ribu. Es ini terdiri dari roti bundar dengan isian Es Brasil dibagian tengahnya. Sementara itu, ada pula es dengan harga paling murah, bernama es kotak dan eski yang dijual dengan harga Rp 500 dan Rp 1,5 ribu per bungkus. Bila ingin membeli es di kedai ini sebagai oleh-oleh, dapat pula membeli dalam kemasan satu liter seharga Rp 25 ribu.



Pemasaran dengan Gethok Tular
Pemasaran Es Brasil tidak istimewa dibanding gaya penjualan es lainnya. Es Brasil mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut atau gethok tular. Meski begitu, kedai ini mampu meraup omset sebesar Rp 50 sampai 60 juta per bulan.
Awalnya pengunjung Es Brasil didominasi orang dewasa, karena es ini sudah ada sejak 1968. Namun, pengembangan kedai mulai dilakukan sejak 2000an. Beragam fasilitas mulai ditambahkan, seperti pemasangan wifi di kedai, hingga mampu menarik minat remaja dan mahasiswa mengunjungi kedai bercat biru putih ini.
Kedai Es Brasil tak hanya menjual es lilin, karena di sini juga tersedia kopidan susu kedelai. Selain itu, ada pula 15 macam jajanan pasar yang dapat menjadi teman santap Es Brasil. Seluruh minuman dan makanan di kedai ini hasil olahan sendiri. Kopi yang tersedia di kedai ini berjenis robusta yang dikembangkan suami Bu Noto.“Setiap kali ke sini selalu pesan nasi kuning dan variasi es krimnya karena enak dan harganya murah,” ujar Ines, pelajar SMP.
            Meski kedai ini terus berkembang, ciri khas berupa makanan tradisional seperti buntil, semayi, kopyor, dan candil tetap dipertahankan. “Seperti pesan ibu, kalau produk lama jangan sampai hilang,” ujar Risnawati.
Tempat produksi es yang dulunya berada di kediaman Bu Noto, sekarang dipindah karena rumah itu hanya diperuntukan sebagai kedai. Sokaraja dipilih sebagai tempat produksi karena lebih luas dan mudah untuk membuang limbah. Dari beraneka jenis es, hanya sebagian yang diproduksi menggunakan mesin. Selebihnya, masih menggunakan tenaga manusia yang diawasi keluarga sendiri.



Terkendala Buah Musiman
Kelangkaan buah musiman seperti nangka dan durian menjadi kendala yang sering dihadapi. Bila mengalami kelangkaan, kedai ini menyiasai dengan tidak memproduksi es dengan rasa itu. Pasalnya, kedai ini berprinsip terus menjaga kualitas rasa es. Rasa Es Brasil yang konsisten pada resep, membuat pelanggan datang kembali lagi.“Sejak saya SD rasa Es Brasil masih sama. Hanya banyak inovasinya,” kata Iwan, pelanggan setia Bs Brasil.
Kini, Es Brasil tak hanya bisa dijumpai di Purwokerto, karena di Banjarnegara, Bumiayu, Cirebon, Majenang, Purworejo, dan Tegal juga mendapat pasokan es lilin ini. Tak hanya itu, di Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Bogor juga menikmati Es Brasil karena anak-anak Bu Noto yang berada di luar kota juga turut menjualnya.
Meski dijual di banyak tempat, produksinya masih dilakukan di Sokaraja. Sistem distribusi dilakukan menggunakan mobil keliling yang mengirim produk ke luar kota. Satu hal yang masih dipertahankan adalah cara penjualan bakulan menggunakan termos es lengkap dengan loncengnya. Bakulan menjual dua jenis es yakni es kotak dan kecil seharga lima ratus rupiah. Hingga kini kedai Es Brasil hanya ada di Purwokerto.
Selain dapat dinikmati di kedai, Es Brasil juga melayani pesanan khusus seperti acara pernikahan, arisan, dan ulang tahun. Risnawati mengatakan, berapapun pesanannya akan dilayani. Apabila melebihi 500 cup, akan disediakan freezer untuk mempermudah distribusinya.
Aneka macam Es Brasil dan beragam sajian pendampingnya dapat dinikmati di Ice Cream &Coffee Brasil, Jalan Jendral Soeprapto Nomor 25 Purwokerto. Kedai ini sangat mudah ditemukan karena terletak di jalan satu arah komplek pertokoan Kebon Dalem. Bila ingin mampir, datanglah pada pukul 07.30 hingga 18.00 WIB. Bila ingin menghindari keramaian, jauhi jam makan siang karena pada waktu itu kedai ini tengah dipadati pengunjung. 


Dimuat dalam Rubrik Kuliner halaman 40-41 Majalah LPM Manunggal Universitas Diponegoro Edisi XVI/September/Tahun XI/2013

Comments

  1. Wohooooooo... Aku mau lagi dong es brasil ini.. Nagih coyy.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainlah ke Purwokerto di, banyak makanan manis :9

      Delete
    2. Di lotte mart Ciputat juga sudah ada lho, mungkin lotte mart lain juga sudah ada tapi harganya lebih mahal

      Delete
    3. di GIANT Depok yang di Jl. Margonda juga sudah ada dan memang benar harganya lebih mahal dari yang di Purwokerto.

      Delete
  2. klo mo buat jual lagi gmn caranya bisa minta preslistnyaa?

    invite yaa 53CDF777

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa langsung menghubungi pemiliknya di Purwokerto. Kalau tidak salah ada nomor yang bisa dihubungi yaitu di (0281) 636896 atau dapat ditanyakan di 108. Semoga membantu.

      Delete
  3. klo mo buat jual lagi gmn caranya bisa minta preslistnyaa?

    invite yaa 53CDF777

    ReplyDelete
  4. Kayanya enak tuh, jadi pengen beli

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark