Pare, Sebuah Kecamatan di Kediri

Sudah sejak lama saya ingin belajar di sana tetapi terlalu banyak alasan untuk menuju ke sana. Awal tahun ini saya memberanikan diri setelah resign dari pekerjaanku untuk ke Kediri. Di sana banyak terdapat tempat les Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang harganya murah. Mungkin 3 tips yang saya tulis bisa memudahkan sahabat ketika berada di sana.

  1. Tempat les
  2. Akomodasi
  3. Makanan

1. Tempat les
Sebelum ke Pare sebaiknya kalian sudah memutuskan di mana kalian akan les karena di sana banyak sekali tempat les. Mulai dari yang skala kecil hingga besar. Kemarin saya les di salah satu tempat les yang menawarkan program untuk tes seperti IELTS dan TOEFL selama satu bulan. Biasanya kelas dimulai tanggal 10 atau 25 setiap bulannya.

Proses booking kelasnya mudah, cukup sms nanti dikonfirmasi. Waktu itu saya langsung datang dan membayar biaya lesnya. Kalau bisa ketika melihat website tempat lesnya benar-benar dipastikan kebenarannya. Saya sedikit kecewa karena tidak bisa memanfaatkan fasilitas wifi sama sekali yang secara jelas ditulis di website selama satu bulan.

Biasanya banyak tempat les yang menyediakan paket camp atau dengan tempat tinggal. Saran saya kalau Anda bukan termasuk orang yang bisa berbagi kamar maka lebih baik pilih kos saja karena biasanya satu kamar dihuni oleh 5 orang. Menurut saya untuk alasan kenyamanan maka maksimal ada 3 orang dalam 1 kamar.


2. Akomodasi
Di sana banyak sekali penyewaan sepeda namun saya mendapatkan tempat penyewaan sepeda yang sangat murah yaitu di "JACK" di Jalan Anggrek. Harga sepedanya mulai Rp 50.000,- untuk satu bulannya. Kalau yang mempunyai budget lebih juga bisa menyewa motor atau mobil namun saran saya lebih baik menyewa sepeda karena lebih hemat.


3. Makanan
Rata-rata makanan di Pare termasuk yang masih bisa dijangkau oleh kantong mantan mahasiswa seperti saya. Sekali makan saya pernah hanya mengeluarkan Rp 3.000,- untuk satu piring nasi pecel. Walaupun mayoritas masih murah namun sudah banyak tempat yang bisa disebut cafe dan menawarkan pilihan makanan dengan harga yang hampir sama dengan Semarang (rate Rp 10.000,- untuk satu kali makan).




Selain makanan saya menemukan jajan yang sangat terkenal dikalangan warga Pare yaitu ketan susu atau yang biasa disebut "tansu". Tansu yang paling terkenal terletak di antara sawah. Jalan menuju ke sana cukup membingungkan karena harus melewati banyak jalan. Bertanyalah pada teman yang sudah lama di sana maka Anda akan tahu di mana tempatnya. Lebih lengkap bisa dibaca di sini.




Minuman yang paling sering saya beli adalah es jenang gendul. Es tradisional ini mirip minuman ala Taiwan di mall. Isinya bubur sumsum, kacang hijau, ketan hitam dan bubur candil yang disiram dengan santan kelapa ditambah sirup dari gula jawa. Kenikmatan ini bertambah ketika es serut ditambahkan di atasnya. Minuman nikmat ini bisa dinikmati dengan merogoh uang Rp 3.500.-. Biasanya es ini dijual keliling oleh seorang bapak yang selalu memakai topi.

Jika ada pertanyaan mengenai Pare bisa email ke saya langsung untuk lebih jelasnya. Semoga postingan ini bermanfaat dan terimakasih sudah mampir ke blog. Jangan lupa tinggalkan komentar ya!

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark