Nyemil di Dapur Sapi

Karena merasa "agak" bingung mau ke mana sementara teman saya, Alvita yang baru pulang dari Bogor mendesak minta kumpul akhirnya saya merekomendasikan tempat baru di Semarang, Dapur Sapi. Tempat makan ini baru buka pertengahan bulan November 2014 lalu.

Letaknya di sebelah kantor koran Wawasan atau SMK N 8 Semarang membuatnya mudah ditemukan. Jika anda bingung maka lewatlah Jl. Pandanaran dan carilah toko buku Merbabu, di depan toko buku Merbabu ada jalan menuju stadion Tri Lomba Juang (TLJ), ketika menuju TLJ maka anda akan bertemu pertigaan yang ditengahnya terdapat bunderan maka ambil-lah arah SMA N 1 Semarang/ taman KB. Dapur Sapi terletak 3 meter dari bundaran di sebelah kiri jalan.

Saat saya ke sana tampak sepi, hanya ada satu keluarga yang sedang makan malam di bagian luar. Tempat ini menyebut dirinya resto karena di notanya tertulis demikian. Dapur Sapi Resto dan Ha Cow Dimsum mempunyai 3 tempat pilihan makan yaitu dalam (ber AC), samping, dan luar. Saya tidak menanyakan tempat mana yang bisa digunakan untuk smoking area karena saya pasti memilih tempat yang bebas rokok. Saya, dan dua teman saya memilih makan di dalam karena tidak ada pengunjung jadi bebas memilih tempat duduk.

Lumpia yang lebih mirip samosa bentuknya

Pudding lemon grass
Menu yang disediakan bervariasi mulai dari jenis nasi yang akan dipesan, menu sapi, sayuran, olahan ayam, mie, dimsum hingga cemilan. Harganya mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 50.000,- seingat saya. Karena tidak begitu lapar akhirnya kami memesan camilan berupa lumpia ayam janur (Rp 16.000.-), pudding lemon grass (Rp 12.000,-), dan tim ceker ayam tausi (Rp 12.000,-). Menurut saya yang paling enak adalah tim ceker ayam tausi karena kami tidak sempat mengambil gambarnya dan langsung ludes ketika disajikan. Beberapa tempat dimsum yang menyediakan ceker ayam menurut saya di sini yang paling enak bumbunya. Mungkin yang bisa dicoba lagi adalah mie nya karena saya mengintip meja sebelah dan porsinya lumayan banyak.

Dekorasi ruangannya bagus (saya kurang paham mengenai arsitektur) seperti tempat makan kekinian menurut saya dan diamini oleh dua orang teman saya yang juga awam dengan arsitektur. Namun sepertinya tidak ada mushola karena tidak ada tanda-tanda arah menuju mushola. Dari pada suudzon lebih baik menyakan langsung pada pelayannya.

 

Pelayanan dengan service charge 5% menurut saya memuaskan. Total pajak yang harus dibayar jika makan di sini adalah 15% (include tax 10%). Kekurangannya saya lupa menyakan apakah di resto ini menyediakan menu b2 atau tidak karena saya sudah kelaparan saat pulang kantor. Selamat mencoba Dapur Sapi Resto dan Ha Cow Dimsum!

Comments

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark