Pandanaran Art Festival 2014

Semarang kembali ramai karena sebuah festival. Kali ini acara tersebut berjudul "Pandanaran Art Festival". Acara yang sudah ke-3 kalinya diadakan di Kota Semarang tahun ini berpindah tempat ke Taman KB Jl. Mentri Supeno. Tahun ini acara yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sedikit berbeda karena melibatkan banyak pihak seperti komunitas dan perhotelan.

Acara yang dimulai dari tanggal 21 hingga 23 November 2014 ini dibagi menjadi 3 zona. Zona Komunitas, zona kuliner dan jualan, dan zona dolanan. Di setiap zona disediakan panggung hiburan yang acaranya disesuaikan dengan zona-nya. Saya menyempatkan hadir tadi malam setelah pulang kerja dan masuk melalui zona komunitas yang ada di depan SMA N 1 Semarang. Ada sekitar 16 komunitas yang ikut meramaikan acara.






Begitu masuk gerbang zona komunitas saya langsung disambut oleh para pelukis yang sedang asyik melukis. Pengunjung tidak hanya dimanjakan oleh pameran lukisan namun juga bisa melihat langsung sang pelukis menggerakkan jari-jarinya di atas kanvas. Saya sempat terdiam beberapa saat ketika melihatnya. Selain itu juga ada beberapa stand unik yang menyediakan jasa gurah mata secara gratis serta stand sejarah yang menyediakan jajanan pasar gratis dan kita bisa mengikuti kuis dengan hadiah buku. Saya dan beberapa teman saya langsung mengikuti kuis gratis yang ditawarkan. Kuis terdiri dari 4 pertanyaan dengan jawaban yang bisa ditemukan dengan membaca artikel yang ada di stand tentang sejarah yang terjadi di Semarang. Bermain sambil belajar.

Salah satu lukisan
Tato di kaki
Fasilitas peta dan rundown acara

Saat saya berkunjung jam 19.00 WIB kebetulan ada orang yang sedang di tato oleh dua orang. Sempat takut saat awal melihatnya namun pemandangan ini menjadi bonus tersendiri karena saya baru pernah melihat orang di tato. Perjalanan dilanjutkan ke zona kuliner dan jualan yang terletak di depan SMK N 4 dan SMK N 8 hingga pertigaan (buderan) arah ke Stadion Tri Lomba Juang (TLJ). Banyak aneka kuliner dan jualan yang ditawarkan. Di depan stand juga terdapat meja serta kursi untuk makan pengunjung. Sayang sekali kebersihan pada zona ini sangatlah kurang sehingga bekas makanan dari pengunjung masih berserakan di atas meja. Selain itu masih adanya pembangunan taman di sekitar SMA N 1 Semarang membuat pemandangannya menurunkan nafsu makan. Tidak hanya makanan dan minuman yang dijual namun ada juga yang menawarkan jilbab, batik, tas, pernak-pernik, baju, dan hasil kerajinan tangan khas Semarangan.

Masuk zona kuliner dari Taman KB

Sisa makanan

Setelah puas saya mengunjungi zona dolanan yang ternyata hanya terdiri dari 2 jenis yaitu Klub Merbi dan Sarosa. Terdapat kereta mini pada zona ini yang sedikit membahayakan pengunjung karena tidak ada pembatas antara jalan yang dilalui pengunjung dengan arena kereta. Teman saya sempat bercerita jika ada pengunjung yang hampir tertabrak kereta mini karena berjalan di rel. Mungkin pengunjung tidak sadar kalau sedang berjalan di rel kereta mini.



Zona hotel terdiri dari 19 hotel dan restauran yang berpartisipasi. Karena sudah lelah berjalan dan berdesakkan akhirnya saya hanya melewati zona ini tanpa mampir ke salah satu standnya. Semakin malam acara ini semakin dipadati pengunjung. Di zona ini panggung hiburan diisi dengan live music dan kabarnya Bapak Walikota sempat bernyanyi pada acara pembukaan festival ini.

Acara "Pandanaran Art Festival" selesai pada hari ini jam 10.00. Semoga acara tahunan ini bisa berlanjut dengan konsep yang lebih matang dan publikasi yang lebih dini agar menarik minat wisatawan dari luar kota.



Comments

  1. yah. zona kulinernya gak dibanyakin photonya yah. gak asik yah. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rame banget tom sampe desek-desekan gitu. Aku gak sempat beli juga hehe

      Delete
  2. Waaa.. Lebih meriah dibanding tahun lalu. Keren.. Sayang, aku tahun ini absen :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama di Semarang aku baru dateng yang tahun ini jadi belum bisa bandingin.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark