Hi, yes you!

Harusnya sekarang belajar untuk menenangkan diri menjelang seminar hasil jam 8 pagi nanti. Entah kenapa rasanya pengen banget cerita ke seseorang cuma yang mau diceritain hilang entah kemana. *malah curhat. Ini adalah bulan ke-9 di tahun 2014. Mungkin sudah lebih dari 1 tahun aku memulai penelitian untuk karya tulis ilmiah (KTI atau hampir sama dengan skripsi). Akhirnya datang juga saat di mana mendekati kelulusan. Lama? Bisa dibilang begitu. Satu hal yang harus ku syukuri adalah aku memang lamban namun aku setidaknya terus bergerak untuk menyelesaikannya.

Ribetnya KTI terkadang bisa menyeleksi siapa teman kita yang benar-benar selalu ada buat kita. Entah bagaimanapun kondisinya. Hard times will always reveal true friends. Aku setuju dengan kalimat barusan. Ketika kita remuk semangatnya setelah bimbingan siapa yang selalu ada? Teman pastinya selain diri kita sendiri yang menguatkan. Pernah suatu ketika setelah ribet ngurusin ethical clearance (ijin yang berkaitan dengan kode etik untuk penelitian di Fakultas Kedokteran) aku nyamperin seorang teman di kosannya. Dia juga lagi ribet revisi dan ternyata laptopnya baru mati (untung datanya ada di temen satu penelitiannya). Entah kenapa rasanya plong banget bisa sedikit mengadu. Walaupun ujung-ujungnya malah cerita gak jelas cuma rasanya bersyukur banget masih punya temen yang dibisa didatengin saat kita butuh telinganya buat mendengarkan.

Kayaknya ceng cengan di path temen yang bilang "Yang selalu nanyain apa kabar? udah makan belum? cerita sinih di chat bakalan kalah sama yang selalu ada dan nyata" itu benar adanya. Bukan berarti gak menghargai yang selalu ada di chat cuma kalau menurutku kita hidup di dunia nyata bukan di dunia gadget. Bukan berarti gak menganggap yang selalu ada di chat dan kasih semangat cuma lagi maunya yang ada ada aja bukan yang maya. Kadang temen lama yang sibuk dengan kesibukkannya cuma tau tiba-tiba kita udah sidang aja, udah sarjana aja.

Sebelum kita nge-judge temen kita ada baiknya kita lihat kesibukan mereka. Mungkin memang benar mereka sedang sibuk sehingga sedikit melupakan kita. Jangan pernah menilai orang tanpa melihat alasannya karena itu menurutku kurang baik. Yah, namanya juga manusia itu punya kesibukan masing-masing. Semua orang itu sibuk namun pasti punya prioritas. Kalau kita diprioritaskan sama seseorang pasti dia akan meluangkan waktunya sedikit untuk kita. Sampai saat ini alhamdulilah masih ada teman-teman yang tau bagaimana perjuanganku jadi mahasiswa tingkat akhir. 

Green Valley, a year ago


A friend who understand your tears is much more valuable than a lot of friends who only know your smile. Remember, you don't need a certain number of friends, just a number of friends you can certain of. (internet)

Terimakasih semua teman-teman gizi Undip 2010 yang masih terus berjuang bersama sekarang dan hingga nanti. You are somebody's reason to my smile right now. Jangan patah semangat!

Comments

  1. Semangat Hanum, untuk seminar hasilnya. Selamat ya, setelah sembilan bulan, akhirnya "bayi"nya ngebrojol juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Budi terimakasih semangatnya ya! Belum finish tapi alhamdulilah one step closer nih. Kamu juga semangat ya Budi. Pokoknya harus semangat! Muah :*

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark