Bogor, the land of harmony



“Sunday morning rain is falling. Steal some covers, share some skin. And clouds are shrounding us in moments unforgettable. You twist to fit the mold that I am in” –Sunday Morning, Maroon 5


Begitulah hari minggu pagiku di Depok. Jam di android menunjukkan 05.30 WIB. Teman wanitaku masih tertidur sementara aku bergegas mengambil air untuk beribadah. Aku bergegas karena akan ke Bogor bertemu Pamila bersama Angky (kita mengadakan reuni SD kecil-kecilan). Berdesakan dengan penumpang lain kita bertiga berangkat ke Bogor (tempat Pamila kuliah disalah satu perguruan tinggi negeri terbaik). Kita bertiga berada di gerbong wanita namun Pamila sendiri dan aku bersama Angky.


Sesampainya di Bogor aku dan Angky menunggu Pamila di dekat pintu keluar. Tiba-tiba dari jauh ada sosok yang mengagetkanku.

“Num..” begitu sapa wanita berjilbab biru muda dengan tas punggung berwarna pink.

“Hei, Pamila!” sapaku sambil melakukan adegan khas wanita jika bertemu = cipika cipiki

Setelah melakukan adegan khas, dengan beralaskan sepatu gaul anak muda masa kini (Wakai), Pamila memandu aku dan Angky untuk terus berjalan keluar stasiun Bogor. Kita memutuskan untuk menuju salah satu tempat makan paling tersohor di kota sejuta angkot ini. Taman Kencana.


Menggunakan angkot berwarna hijau bernomor 03 kami bertiga duduk terpisah lagi. Pamila didekat pak supir dan aku disebelah Gibran. Anak kecil yang aku kenal diangkot yang sangat jujur dan lucu. Berikut petikan percakapanku dengannya masalah Bahasa Inggris.

Aku (A) = Gibran bisa bahasa inggris gak?
Gibran (G) = Enggak
A = Masa?
G = Taunya cuma tiger doang
A = Apaan tuh tiger?
G = Harimau
A = Nah itu bisa bahasa inggris. Hayo Gibran bohong ya sama kakak?
G = Taunya cuma itu aja
A = Masa? Kalau singa apa?
G = Lion

Ya, jadi intinya aku dikibulin sama anak umur 5 tahun. Ngomongnya gak bisa bahasa inggris eh taunya tau aja nama-nama hewan bahkan yang aku gak tau. Jadi kalau udah gede dan dewasa dan gak mau disamain kaya anak kecil, jangan suka bohong ya sahabat blog!


Setelah obrolan singkat sama Gibran, kita turun dari angkot menuju Klapertart untuk membeli klapertart. Merogoh kocek Rp 16.000,- akhirnya ku dapatkan makanan manis dengan corak warna kuning berisi kelapa. Selain itu kita juga membeli yoghurt rasa mangga yang diisi topping mangga, longan (leci bahasa gampangnya), dan choco cips berwarna hitam. Harganya lumayan bikin sipit mata kalau gak patungan ber-tiga yaitu Rp 24.000,-

Kita memakan semua jajan di Agri Park yang letaknya berlawanan dengan tempat klapertart tadi. Tempatnya teduh, mirip hutan. Nyaman dengan pohon-pohon yang menjulang ke angkasa. Terlalu nyaman akhirnya tenggorokan meronta minta diisi. Segelas teh tarik seharga Rp 7000,- akhirnya ku teguk. Berbincang masalah kuliah sepertinya reuni masa SD ku dengan Milo dan Angky sudah lama sekali dan waktu berjalan dengan cepat. Milo sudah punya gebetan. Angky masih jomblo. Dan aku? Sama seperti Angky.

Karena lapar akhirnya kita memutuskan untuk quality time (qt) dengan Tuhan kita. Ya, walau perut sudah keroncongan kita tidak boleh lupa beribadah ya. Jangan sampai rasa lapar membutakanmu dan lupa untuk beribadah. Setelah qt dengan Tuhan, kita menuju Waroeng Taman di Jl. Ciremai No. 1 Bogor. Aku sedih sekali memesan makanan seharga Rp 19.000,- berisi Nasi, sayur asem, dan tempe 1 biji, beserta air mineral. Ya ampun 1 biji. Cuma 1 biji. 

Yasudahlah daripada merutuk lebih baik bergegas menghabiskannya dan lanjut ngobrol. Angky dan Pamila Cuma mringis melihat tempe 1 biji pesananku.


Setelah kenyang kita memutuskan untuk berfoto di Taman Kencana. Dengan beberapa pose akhirnya kami berjalan berputar arah menuju bagian belakang Istana Bogor yang ada rusanya. Yaampun bagus sekali. Seperti mimpi akhirnya bisa main ke Bogor. Bogor tempat Institut Pertanian Bogor atau IPB berada. Institut yang menghasilkan Profesor hebat dibidangnya.


Ya, reuni bersambung hingga aku dan Angky turun di stasiun kereta api dan Pamila melanjutkan perjalanan menuju IPB untuk UTS alias Ujian Tengah Semester. Pamila, gak usah belajar, udah pinter kok!

Rincian biaya transportasi dari Depok

KRL dari stasiun pondok cina – bogor PP Rp 2000+Rp 5000 (sistem kartu jaminan)

Angkot menuju taman kencana Rp 3.000

Angkot pulang berdua Rp 2.500*

*cara:
Uang digulung-gulung biar terlihat banyak, kasih ke abang angkot dan ambil langkah seribu tanpa menengok ke belakang sedikitpun. Maju terus dan fokus pada tiket lain yang harus kamu beli untuk pulang ke Depok. Jangan biarkan rasa ibamu mengalahkan sistem ngirit.

Comments

  1. ga "ngeh" aku sama critanya Num,hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha terimakasih Pratama sudah komen. itu ceritanya emang kurang jelas. cuma curhat aja habis main ke Bogor :)

      Delete
  2. hanum tipsnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .wkwkwkwkwkwkw
    uang seribu di isi receh trs di gulung2 aja yaaaaaa hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang gitu van kalau mau backpack yang irit. dijamin sukses deh haha

      Delete
  3. antara curhat dan memberi tips backpacking... hhh... :P

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Privat les IELTS di Pare

1 Tahun di Eropa

Mudahnya Pinjam Buku di Denmark